Senin, 28 Oktober 2013
- Meringkas : kode seharnya diringkas, kode yang terlalu panjang berarti banyak tombol dan akibatnya banyak kesalahan. kode panjang juga berarti bahwa penyimpanan informasi dalam basis data akan memerlukan banyak memori
- menjadi kode tidak berubah : Kestabilan berarti bahwa identifikasi kode untuk pelanggan seharusnya tidak beribah setiap kali data diterima. saat ini, kita mencontohkan suatu kode derivasi abjad untuk suati daftar pelanggan majalah. tanggal waktu berakhir bukan bagian dari kode identifikasi pelanggan karena biasanya mengibah.
- Memastikan Bahawa kode adalah Unik : bagi kode supaya bekerja, harus unit perhatikan bahawa semua kode yang digunakan dalam sistem dan memastikan bahwa anda tidak menggunakan nomor atau nama kode sama untuk item - item yang sama.
- Membiarkan Kode dapat Diurut : jika anda akan memanipulasi data dengan bermanfaat, kode harus dapat diurut, untuk contoh, jika anda menjalan kan teks cari pada bulan - bulan dalam setahun di dalam pesanan yang meningkat, "J" bulan akan keluar dari pesanan (Januari, Juli dan selanjutnya Juni).
- Menghindari Kode yang Buat kekacauan : Mencoba untuk menghindari penggunaan karakteristik kode yang terlihat atau terdengar serupa. Karakter O (huruf oh) dan 0 (angka nol) sering kacau, seperti huruf I dan angka 1 dan huruf Z dengan angka 2. oleh karena itu, kode seprti B1C dan 280Z adalah tidak memuaskan.
- Menjaga kode yang seragam : kode perlu untuk mengikuti bentuk bnyak format sepanjang waktu. kode yang digunakan bersama, seperti BUF-234 dan KU-3456 adalah kurang baik karena yang pertama terdiri dari tiga huruf dan tiga angka, sedangkan yang kedua hanya mempunyai dua huruf diikuti oleh empat angka.
- Membolehkan Modifikasi Kode : pencocokan adalah suatu kunci utama dari kode yang baik. para penganalisis haurs mempertimbangkan bahwa sistem akan berkembang dengan waktu, dan sistem pengkodean seharusnya mampu mencakup perubahan. jumlah pelanggan seharusnya bertambah, pelanggan akan mengganti nama, dan suplier akan memodifikasi cara mereka menanamkan produknya.
- Membuat kode Berarti : kalau penganalisis ingin menyembunyikan informasi, kode tetap berarti. kode yang efektif tidak hanya berisi informasi, tetapi juga membuat pengertian kepada masyarakat penggunanya. kode yang berarti lebih mudah dimengerti, bekerja denganya, dan dipanggil. pekerjaan masukan data lebih meniak saaat bekerja dengan kode yang berarti daripada hanya memasukan rangkaian angka - angka kurang berarti.
- Papan Ketik : papan ketik merupakan metode paling tua masukan data, dan tentunya adalah alat yang sangat akarab dengan anggota organisasi. perangkat lunak mengizinkan pencarian kembali untuk menganalisis berapa banyak keystore diperlukan untuk memasukan jenis data tertentu.
- Optical Character Recognitif : Optical Character Recognitif membiarkan pengguna membaca masukan dari dokumen sumber dengan optical scanner lebih baik daripada media magnetik yang telah dibicarakan dulu. penggunaan alat OCR dapat mempercepat masukan data dari 50 hingga 75 persen dari beberapa metode dasar lainnya.
- Metode Masukan Data lainnya : metode masukan lainnya secara luas juga mulai banyak dipakai. sebagian besar metode ini mengurangi biaya tenaga kerja dengan memerlukan sedikit keterampilan operator atau pelatihan singkat, mereka menjadikan masukan data mirip dengan sumber data, dan mereka mengeliminasi keperluan akan dokumen sumber.
- Bar Kode : bar Kode secara umum khusus tampak pada label produk, tetapi juga muncul pada gelang indentifikasi pasien dalam rumah sakit dan dalam beberapa konteks dimana seseorang atau objek pperlu diuji kedalam atau keluar dari beberapa macam sistem inventaris.
- Menggunakan Terminal Cerdas : terminal cerdas dapat diingat selangkat diatas terminal bodoh dan selangkah di bawah workstation cerdan dan microkomputer portable di dalam kemampuannya. dalam beberapa hal, terminal cerdas mengeliminasi keperluan akan dokumen sumber.
Kamis, 10 Oktober 2013
Interaksi Komputer dan manusia adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara komputer dan manusia yang biasa terjadi pada user interface dimana termasuk interaksi dengan software dan hardware.
Tujuan utama dari Interaksi komputer dan Manusia adalah untuk memperbaiki interaksi antara komputer dan manusia dengan membuat komputer lebih bermanfaat sesuai dengan keinginan pengguna. lebih spesifik lagi, interaksi komputer dan manusia terkait dengan :
- Metode dan proses untuk mendesain interfaces
- Metode untuk mengimplimentasikan interace
- Teknik untuk mengevaluasi dan membandingkan interface
- Mengembangkan interface yang baru dan teknik interaksi
- Mengembangkan gambaran dan prediksi dari model serta teori interaksi
Usability
Usability adalah sebuah atribut yang merujuk kepada seberapa mudah sesuatu digunakan. Lebih sepesifik lagi, merujuk kepada seberapa cepat seseorang belajar untuk menggunakan sesuatu, seberapa efisien penggunaannya, sebarapa lama dapat diingat, berapa kesalahan yang dilakukan, dan berapa lama seseorang suka untuk menggunakannya (Jakob Nielses Prioririzing Web Usabiliti). Adapun tujuannya adalah :
- efektif digunakan
- efisien digunakan
- aman diguanakan
- punya utility yang baik
- mudah dipelajari
- mudah diingat bagaimana menggunakannya
Usability didefinisikan melalui lima komponen yaitu :
- Lernability
Learnability menjelaskan tingkat kemudahan penggunaan untuk memenuhi task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat/menggunakan hasil perancangan. - Effeciency
Efficiency menjelaskan tingkat kecepatan pengguna dalam menyelesaikan tassk-task setelah mereka mempelajari hasil perancangan - Memorability
Memorability menjelaskan tingkat kemudahan pengguna dalam menggunakan rancangan dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya. - Errors
Errors menjelaskan jumlah error yang dilakukan oleh pengguna, tingkat kejengkelan terhadap error dan cara memperbaiki error. - Satisfaction
Satisfaction menjelaskan tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan rancangan.
Menurut Jakob Nielsen dalam bukunya Prioritizing Web Usability terdapat dua belas hal yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah website, yakni :
- Nothing to Hide
- The Web User Experience
- Revisiting Early Web Usability Findings
- Prioritizing Your Usability Problems
- Search
- Navigation and Information Architecture
- Readability & Legibility
- Writing for the Web
- Prividing Good Product Information
- Presenting Page Elements
- Balancing Technology with People's Need
- Design That Work
- Menyesuaikan antar muka pengguna dengan tugas
- Membuat user interface menjadi efisien
- Memberikan arus balik yang tepat kepada pengguna
- Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimanfaatkan
- Memperbaiki produktiftas dari pengetahuan pegawai
- User interface bahasa alamiah (ideal bagi user yang tidak berpengalaman)
- User interface pertanyaan & jawaban (adanya perbedaan bahasa antara komputer & manusia sehingga diperlukan penerjemahan yang mampu menerjemahkan 2 arah)
- User interface menu - menu (menyediakan tool - tool yang memudahkan dalam memilih dan menjalankan perintah)
- User interface Formulir isian (tampilan pada layar yang mencerminkan struktur data masukan yang diperlukan oleh sistem, kejelasan perancangan & penyajian secara visual pada layar, derajat kebenaran dan kehandalan penerimaan data masukan oleh program lewat berbagai fasilitas permasukan data yang ada)
- User interface Bahasa perintah (memberi kemudahan kepada user untuk mengontrol suatu aplikasi dengan serangkaian tekanan tombol, perintah - perintah, fase atau beberapa rangkaian dari 3 metode ini.
- User interface GUI (memungkinkan adanya manipulasi langsung pada tampilan grafis di layar, yang dapat diselesaikan dengan inputan dari keyboard, joystick atau mouse.
Selasa, 01 Oktober 2013
Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasim dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.
Denormalisasi database adalah pelanggaran aturan normalisasi atau menjabarkan suatu tataan database yang telah normal untuk meningkatkan performa pengaksesan data pada database. Database yang telah normal disini dimaksudkan database yang redundansi datanya minim sehingga daya yang disimpan tidak mengalami kerancuan dalam proses pengaksesan.
Tahapan Dalam Denormalisasi Data
Denormalisasi dapat mengguanakan dua cara yaitu :
- Dengan kolom baru pada tabel / menggabungkan kolom pada tabel satu dengan yang lain.
- Dengan pembuatan tabel baru
Contoh Penerapan Denormalisasi Data
Atribut Turunan
dari contoh diatas bagaimana jika data mahasiswa sangat banyak sedangkan proses untuk menampilkan jumlah matakulah, jumlah sks ataupun IPK sering dilakukan, pastinya akan memerlukan waktu yang banyak. maka dari itu perlu ditambahkan atribut baru pada tabel mahasiswa (total_sks, total_matkul, ipk).
Perbedaan Database dan Data Warehouse
Data ware house merupakan suatu sistem yang mengkonsolidasikan data secara periodik dari sistem - sistem yang ada (OLTP) ke dalam suatu penyimpanan dimensional. Pada umumnya, data warehouse menyimpan data histori beberapa tahun dan di query untuk keperluan business inteligence atau aktifitas analisis lainnya. Data warehouse diremajakan secara batch, tidak serta - merta setiap terjadinya transaksi pada sistem - sistem sumber tersebut. Dan Database yang merupakan semua informasi yang tersimpan di kelompokan berdasarkan subyek tertentu.
Senin, 30 September 2013
Form Before
Formulir diatas mungkin sedikit kurang lengkap dan tempat untuk mengisi terlalu sempit, ane bisa menambah dan menyusun seperti di bawah ini.
Form After
Rabu, 18 September 2013
Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi - transaksi. Apabila sampah yang masuk maka sampah pula yang akan keluar. Oleh karena itu desain input harus benar - benar menerima input bukan sampah. Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertama kali. Jika dokumen dasar tidak didasain dengan baik, kemungkinan input yang tercatat dapat salah bahkan kurang atau berlebihan.
Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. Dokumen dasar dapat membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut :
- Dapat menunjukan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap
- Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akuran
- Dapat mendorong lengkapnya data, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya
- Bertindak sebagai pendistribusian data, karena sejumlah tembusan dari formulir tersebut dapat diberikan kelada individu - individu atau departemen - departeman yang membutuhkannya
- Dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya transaksi yang sah, sehingga sangat berguna untuk audit trail (pelacakan pemeriksaan)
- Dapat sebagai cadangan pelindung (backup) dari file - file data di komputer.
Data Capture merupakan identifikasi dan penambahan data baru, Data entry merupakan proses mengubah data menjadi format yang dapat dibaca oleh komputer. nilai suatu hasi input harus memiliki nilai efektif, mudah digunakan dan konsisten.
Tujuan perancangan Input :
- Membuat penyelesaian input yang mudah dan efesien
- Menjamin input akan memenuhi tujuan yang diharapkan
- Menjamin penyelesaian yang tepat
- Membuat tampilan layer dan formulir yang menarik
- Membuat input yang tidak rumit
- Membuat tampilan layer dan formulir yang konsisten
MERANCANG FORMULIR YANG BAIK
Meskipun spesialis formulir lokal mungkin tersedia, seorang analys harus mampu membuat formulir yang lengkap, baik dan berguna. Namun juga penting untuk bisa mengenali bentuk yang buruk, bertumpuk - tumpuk atau formulir tidak berguna yang menyia - nyiakan sumber daya organisasi dan harus dihilangkan. Beberapa jenis analis seperti analisis aliran kerja, memusatkan perhatian pada bagaimana kerja didalam organisasi. formulir adalah perangkat penting untuk mengendalikan aliran kerja.
Dalam pembuatan rancangan input, formulir data input tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak menerika input berupa sampah, visual display terminal yang baik harus memiliki kreteria sebagai berikut :
- Efektif
Formulir dan layar input melayani tujuan spesifik dalam system informasi - Akurat
Menunjukan bahwa rancangan input adalah tepat dan sempurna - Mudah penggunaanya
Tidak membutuhkan waktu ekstra atau pelatihan khusus dalam menginput data - Konsisten
Formulir dan layar input adalah seragam - Sederhana
Formulir dan layar input terokus pada perhatian user - Menarik (atraktif)
User senang menggunakannya dan tidak mudah bosan
Adapun pedoman untuk perancangan input adalah sebagai berikut :
- Membuat formulir yang mudah diisi
- Layout formulir tersebut haru sesuai dengan yang diinginkan
- Formulir input tersebut haruslah akuran
- Tampilan bentuk input harus atraktif
- Mempertimbangkan media peinputa (di key in atau dibaca melalui OMR)
- Mudah diisi
a. Alur pengisian formulir
- Kiri ke Kanan
- Atas ke Bawah
b. Formulir dibagi awas tujuah bagian
- Judul
- Indentifikasi dan akses
- Instrukti
- Isi (inti)
- Tanda tangan dan pengesahan
- Total
- Komentar
c. Gunakan caption (pedoman pengisian)
- Line Caption
- Box Caption
- Checked of Caption
- Table Caption
Jika layar input yang disajikan berdasarkan dokumen formulir input maka rancangan layar input akan mirip dengan formulir input. Tampilan yang balance akan lebih mudah dibaca. Untuk input dengan data terentu digunakan :
- Daftar data yang diperoleh
- Window pop up
- Widget list atau drop down list
- Widget radio button (untuk check dll)
Langganan:
Postingan (Atom)




